Monday, June 18, 2012

Peresmian Rumah Baca Greena



Hai Sahabat Rumah Kenari!
Kali ini kami ingin mengabarkan kegiatan kami yang terbaru. RK bersama Wise Concetti dan program Baca Yuk Baca! ikut meresmikan sebuah rumah baca di desa Cisalopa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rumah baca yang diberi nama Greena adalah rumah baca yang dirintis dengan niat untuk meningkatkan minat baca serta memberi life skills kepada remaja dan anak sekitar desa Cisalopa. Rumah baca yang diresmikan pada hari Sabtu ini menyediakan beragam buku mulai dari buku anak-anak, majalah remaja, buku pengetahuan dan buku keterampilan.
Peresmian RB Greena menjadi sebuah refleksi hausnya para pemuda/i serta anak-anak daerah akan buku-buku dan pendidikan yang berkualitas. Mereka langsung ‘menyerbu’ buku-buku yang ada, seperti seorang musafir yang menemukan oase di tengah padang gersang.
Acara peresmian diadakan sangat sederhana dan berkesan. Para pemuda/i desa Cisalopa berinisiatif untuk mengadakan perlombaan yang diadakan untuk anak-anak sekitar. Para pemuda/i yang dikoordinir Teh Nina, bersemangat dalam menyelenggarakan perlombaan meski hanya dengan peralatan yang sekedarnya.
Yang membuat hati ini berbunga-bunga adalah antusias anak-anak sekitar yang ingin mengikuti berbagai perlombaan yang digelar. Mulai dari lomba story telling, merangkai puzzle, dan origami. Peserta lombanya membludak! ( Yay!:D )
Well, selain anak-anaknya yang super duper semangat, ibu-ibu sekitar juga gak kalah hebohnya. Menjadi supporter dengan berbagai yell-yell yang dielukan untuk menyemangati para peserta lomba. Bukan hanya memberi semangat aja, para ibu-ibu juga meyumbang hiburan khasidahan beberapa lagu (kalo gak disuru stop, gak mau berhenti. Hehe...).
Keseruan dan kecerian ini terjadi berkat berbagai pihak yang RK tidak bisa sebut satu persatu. Namun, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan untuk pihak-pihak berikut:
1.      Wise Concetti, Ltd.
2.      Baca Yuk Baca!
3.      Para donatur individu
Sekali lagi, terima kasih. Semoga semakin banyak gerakan buku dan dukungan terhadap komunitas yang bergerak di bidang buku dan pendidikan. Ingat, masa depan Bangsa, ada ditangan para pemuda/i kita. :)




Semangat!


Rumah Kenari

Tuesday, April 24, 2012

Dukung RB Greena dan Malang


Hai Keluarga dan Sahabat Kenari, lama tak jumpa. Lama juga tidak meng-update blog Rumah Kenari karena kesibukan para anggotanya. Kali ini kami ingin mengabarkan tentan kegiatan kami akhir-akhir ini. Rumah Kenari dan Community Library sedang sibuk dengan program Baca Yuk!—program pengadaan buku untuk perpustakaan komunitas di daerah.
Well, kali ini ada dua perpustakaan komunitas yang sedang dibantu untuk berdiri. Pertama, sejak awal bulan Maret 2012 kami fokus untuk membantu berdirinya Rumah Baca (RB) Greena di desa Cisalopa, Kabupaten Bogor. RB Greena adalah rumah baca yang digagas oleh Nina (Ketua Greena) dengan tujuan membantu pendidikan anak-anak daerah Cisalopa dan sekitarnya. Profil anak-anak Cisalopa pun akan membuat kita miris. Tidak jauh dari Kota Bogor (sekitar 1 jam perjalanan), namun banyak sekali anak-anak yang putus sekolah. Mereka berpikir cukup dengan mengenal huruf dan angka, membaca dan menghitug. Sehingga banyak anak-anak yang hanya tamat pendidikan menengah pertama, bahkan pendidikan dasar. Dengan berdirinya RB Greena di Cisalopa, nantinya diharapkan bisa menumbuhkan keinginan belajar anak-anak dan membuat kegiatan membaca adalah budaya dan kebisaan yang tidak bisa dipisahkan.
Pada bulan April ini, tepatnya pada tanggal 22 April 2012, adalah tahap kedua pengiriman buku untuk RB Greena. Tahap satu dan tahap dua, buku yang sudah dikirimkan berkisar 200 buku dengan beragam jenis yang ada—novel, komik, buku dongeng, puzzle,  dan buku pengetahuan umum. Kami sendiri menargetkan setidaknya pada bulan Juni 2012, RB Greena sudah bisa beroperasi. Mohon doanya ya Keluarga dan Sahabat Kenari :)
RB yang kedua adalah RB yang terletak di kota Malang, Jawa Timur. RB yang digagas oleh Mas Edy dan kawan-kawan semasa kuliahnya membidik anak-anak remaja di kota Malang. Mereka—Mas Edy dan kawan-kawan—telah memiliki tempat untuk didirikan rumah baca, namun belum memiliki koleksi buku. Jadi, kami pada tanggal 24 April 2012 kami dalam program Baca Yuk! bersama Community Library mengirimkan buku—novel, komik, dongeng anak, chicklit dan teenlit—dan beberapa majalah remaja. Kami sadar, dengan jumlah hanya berkisar 80an buku, upaya untuk membantu mendirikan rumah baca di Malang itu masih menjadi PR bagi kami. Harapannya, buku-buku yang telah dikirim menjadi manfaat buat mereka.
 Well, itulah kisah kami selma Maret – April 2012. Oh ya, buat yang ingin donasi buku bisa email kami di rumahkenari@gmail.com / bacayukbaca@gmail.com dan yang ingin tahu kabar terkini kami bisa follow akun twitter RK di @rumah_kenari. Yuk, bersama-sama berinvestasi masa depan bangsa dengan buku! :)


NB: Foto kegiatan menyusul yah, hehe.

Monday, February 27, 2012

Indonesian Young Changemaker Summit 2012

Pada tanggal 11-12 Februari 2012, telah terselenggara kegiatan yang dinamakan Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) yang mengusung tema sumpah pemuda jilid 2.0. Acara yang dilangsungkan di Gedung Merdeka dan Gedung Indonesia Menggugat ini berhasil mengumpulkan 200 young changemakers dari seluruh Indonesia untuk membangun jaringan dan berkolaborasi dalam melakukan kegiatan mereka. Delegasi dari Rumah Kenari, Ayu berhasil mendapatkan kesempatan sebagai bagian dari changemakers yang diundang ke acara IYCS.
Acara ini diawali dengan olah raga pagi bersama Meneg BUMN, Bapak Dahlan Iskan. Selain melakukan senam pagi bersama, para peserta IYCS juga diberikan kesempatan untuk melangsungkan sesi Tanya jawab dengan Pak Dahlan Iskan mengenai gerakan pemuda dan berbagai unek-unek mengenai masa depan Indonesia. Kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan di Gedung Merdeka yang diawali dengan opening speech oleh ketua panitia, Goris Mustaqim dan keynote speech dari Muhamad Yunus (Peraih Nobel atas program Garmeen Bank) via video dan Anies Baswedan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel pertama dengan narasumber Tri Mumpuni (Dewan Pengarah IYCS, Pimpinan IBEKA), Sandiaga Uno (Dewan Pengarah IYCS, pendiri Indonesia Setara), dan Pahala Mansury (Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri). Dilanjutkan oleh diskusi panel kedua dengan pembicara Silverius Oscar Unggul (Dewan Pengarah IYCS, pendiri Telapak Foundation), Joko Wwidodo (Walikota Solo), dan Lendo Novo (Pendiri Sekolah Alam dan pencetus sekolah dasar islam terpadu).
Dari diskusi panel tersebut para peserta semakin diyakinkan bahwa pembaharu dan penggerak perubahan tidak sendiri dan jika para pemuda saling bersinergi dan berkolaborasi maka perubahan yang dihasilkan akan semakin signifikan. Seperti yang dikemukakan oleh Silverius “Onte” pencetus Telapak Foundation bahwasanya penggiat perubahan pada awalnya akan disangka gila karena idealisme yang terlalu ekstrim, tapi jika kita konsisten melakukan apa yang sudah menjadi prinsip kita maka sebutan “orang gila” itu akan berubah ke makna positif.
Hari kedua adalah hari pendeklarasian janji sumpah pemuda jilid 2.0 dan pemaparan 100 mimpi Indonesia. Di hari ini 14 orang penyaji dipiilih untuk mewakili 4 kategori yaitu gerakan kepemudaan, lingkungan, pendidikan dan anak, serta bahasa dan kebudayaan. Ke-14 penyaji sangat menggugah dengan semua pergerakan dan komunitas yang telah dibentuk di daerah mereka masing-masing. Ada yang mengajak suku anak dalam di Jambi berwirausaha, pelestari mainan tradisional Indonesia, aktivis lingkungan di Kalimantan, penggiat sukarelawan untuk bencana, sampai koperasi pinjaman untuk memberantas kemiskinan. Semua presentasi membuat merinding dan semakin meyakinkan peserta yang hadir termasuk Ayu bahwa sekecil apapun kontribusi kita terhadap perubahan akan berarti sangat besar jika perubahan yang kecil itu dilakukan oleh kita semua.
Banyak inspirasi yang bisa didapat di acara Indonesian Young Changemaker Summit ini, karena selain dapat membangun jaringan dengan sesama pemuda penggerak perubahan, peserta juga dapat berkolaborasi untuk saling bersinergi memperkuat kegiatan agar dampak perubahan ke arah lebih baik dapat lebih massif dan luas. Pemuda sebagai motor penggerak mesti berhenti mengeluhkan keadaan yang membuat putus asa, sudah saatnya kita bergerak bersama mengubah kegelapan menjadi cahaya. Mengutip kata Anies Baswedan “Stop cursing the darkness, light candles instead.” Let’s think big, start small, act now! Salam perubahan dari Rumah Kenari! :)



Wednesday, January 18, 2012

Kegiatan Perdana Program Baca Yuk!


Hai teman-teman, kangen banget deh sama blog ini, udah lama yah gak nulis, hihi.. Oh iya, program Rumah Kenari yang bekerjasama dengan Mbak Ninik dari Perpus Komunitas Banyuwangi yang bernama “Baca Yuk!” sudah melakukan kegiatan perdananya loh. Apa sih kegiatan perdana program Baca Yuk!? Mau tahu kaan? Yuk kita kulik lagi..

Seperti yang sudah dipromosikan di Twitter kami (@rumah_kenari), kegiatan perdana Baca Yuk adalah penyaluran buku untuk perpustakaan mitra kami yang berada di Kelurahan Sasa, Ternate, yang bernama NBCL (Nation Building Corner Library).
Sebelum menceritakan kegiatan penyaluran bukunya, RK mau kasih tahu dulu nih, profil NBCL. Perpustakaan ini lahir atas dorongan dan inisiatif dari Yayasan Nurani Dunia pimpinan Imam Prasodjo yang bertekad mendirikan pojok-pojok pembangunan bangsa dengan penyediaan fasilitas buku dan media belajar lainnya di setiap perpustakaan di seluruh nusantara melalui program Nation Building Corner. Beroperasi sejak 11 Oktober 2010, perpustakaan ini memiliki sasaran civitas academia di Ternate, khususnya di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kieraha (STIKIP-Kieraha), dan Universitas Khairun (Unkhair).
Balik lagi ke kegiatan Baca Yuk!, pada tanggal 12 Januari 2011 lalu, RK dan Mbak Ninik mengirimkan buku untuk NBCL sekitar 79 buku ke NBCL. Kami berharap buku-buku yang dikirim bermanfaat untuk pengunjung perpustakaannya. Tim program Baca Yuk! Juga berharap keinginan membaca akan semakin berkembang luas di kalangan masyarakan sekitar Kelurahan Sasa, tidak hanya mahasiswa/I saja, tapi juga seluruh usia.
Cheers dari RK dan Mbak Ninik! Dan bagi kalian yang ingin menyumbangkan buku atau dana, kalian bisa mention twitter kami di @rumah_kenari atau hubungi 085695503610 dengan Ayu. Sharing is fun! :)

Tuesday, December 27, 2011

TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK OPTIMIS

Sepertinya tidak ada alasan untuk tidak optimis terhadap bangsa Indonesia. Yah, itulah apa yang dirasakan Rumah Kenari saat bertemu dengan Devina dan Ronal. Kami merasakan semangat dan energi yang luar biasa dari dua pemuda bangsa ini.

Devina, alumnus Fakultas Pertanian UNILA ini memiliki kepedulian tinggi terhadap buku dan anak. Dengan KEBUKIT (Kelola Buku Kita), dia berusaha mempermudah akses buku bagi anak-anak di daerah jawa barat. Karena Devina tidak lagi tinggal di Bandung, dia berkeinginan pula membuat akses baca gratis di daerah Depok atau di daerah yang mudah dipantau. Devina berharap KEBUKIT dan Rumah Kenari bisa sama-sama menyediakan akses baca gratis kepada masyarakat luas.

Berangkat dengan keinginan memberi sesuatu manfaat untuk kampung halamannya di Payakumbuh, Rifky dan Ronal pun ingin membuat perpustakaan komunitas dan sanggar seni untuk anak-anak dan pemuda di Payakumbuh Sumatra Selatan. Sebagai perantau, para alumni Universitas Indonesia ini, ingin memberikan sumbangsih ke daerah asal mereka. Mereka ingin daerah asal
mereka maju dan sejahtera.
Pertemuan RK dan perwakilan dari mahasiswa Minang, Ronal, juga dilakukan dalam rangka penyerahan donasi buku untuk Perpustakaan Nagari yang akan segera diluncurkan di daerah Payakumbuh. Adapun buku yang berhasil RK kumpulkan adalah kurang lebih 75 buku. RK sangat mendukung Perpustakaan Nagari karena selain akan dibentuk rumah baca, rencananya juga akan dibentuk pusat kebudayaan Minang melalui pelatihan tari tradisional.
RK sangat berharap bahwa koordinasi Rumah Kenari dengan Kebukit dan Perpustakaan Nagari akan tetap terjalin dan tidak berhenti melakukan perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. Karena pemuda adalah motor penggerak perubahan. Oleh karena itu sekecil apa pun kontribusi yang dilakukan kita untuk lingkungan, jika dilakukan bersama-sama dan secara terus menerus pasti akan membawa dampak yang baik.
Yuk mulai sekarang, dari diri sendiri dulu ya teman-teman.. :) Sampai ketemu di kegiatan RK selanjutnya!

Tuesday, December 6, 2011

Silaturahmi 4 Desember bersama Rumah Baca Panter


Hi Sahabat Rumah Kenari! Kali ini kami berkunjung ke Rumah Baca di daerah Depok, Jawa Barat. Akhirnya, RK bertemu juga dengan kawan-kawan di Rumah Baca Panter (Paguyuban Terminal) di acara Silaturahmi 4 Desember. Kesan pertama saat sowan ke RB Panter adalah sederhana. Berlokasi di sebuah ruangan kecil yang panas di Ter
minal Depok, tidak membendung semangat para aktivisnya. Semangat mereka sangat terasa, bahkan hanya dalam obrolan-obrolan ringan. Mereka para pemuda, mereka pelaku perubahan.
Berangkat dari keprihatinan dengan kondisi anak-anak di sekitar Terminal Depok, Andi dan kawan-kawan memprakarsai berdirinya sebuah rumah baca gratis untuk para anak jalanan di sekitar terminal. Dengan bersenjata media sossial seperti Twitter, Andi dan kawan-kawan berhasil mencuri perhatian dari beberapa pihak untuk mendonasikan buku atau dana untuk operasional RB. Andi, koordinator RB, telah bertekat untuk mendedikasikan dirinya untuk menjadikan terminal tempat yang nyaman dan aman. Meski gelar sarjana teknik telah didapatkan, Andi bertekat untuk mengabdikan ilmu yang didapatkan untuk mengembangkan terminal pada umumnya dan RB Panter pada khususnya.
Tak hanya Andi, Denti mahasiswi tingkat akhir UNJ pun memancarkan semangat yang menggebu dalam mengembangkan RB Panter dan membantu mencerdaskan anak-anak di sekitar Terminal. Mereka sama-sama ingin membuat akses baca yang mudah dan murah, bahkan gratis, untuk warga yang kurang mampu di sekitar terminal Depok. Selain Denti dan Andi, masih ada sederet kesatria muda seperti Ali, Rahmat, dan lainnya yang siap mengabdikan dirinya untuk meningkatkan niat baca anak-anak di sekitar terminal Depok. Target kedepan bukan hanya anak-anak lagi, namun warga sekitar terminal pada umumnya.

Mereka tidak ingin menjadi generasi yang hanya berteori, namun generasi praktisi yang menyingsingkan lengan dan terjun secara langsung untuk memberi kontribusi secara langsung kepada masyarakat sekitar. Selain bertemu dengan penggiat RB Panter, kru RK bertemu dengan Pak Haji Agus a.k.a Abah, sosok pengayom masyarakat di sekitar terminal Depok. Selain mendirikan RB Panter, Abah--begitu beliau akrab disapa--juga merupakan salah satu pendiri Sekolah Gratis Yasadir Alam di terminal Depok.

Sekolah yang mulai banyak dapat perhatian dari pemerintah dan LSM ini pun menyediakan program dari SD hingga Kuliah.
RK merasa sangat terinspirasi dengan cita-cita RB Panter. RK Hanya bisa membantu dengan menyuplai buku anak-anak dan memberi sedikit donasi dana untuk pembangunan rak buku. Kami selalu berharap semoga RB Panter bisa berkembang pesat dan segera mencapai cita-cita mereka:)