Tuesday, December 27, 2011

TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK OPTIMIS

Sepertinya tidak ada alasan untuk tidak optimis terhadap bangsa Indonesia. Yah, itulah apa yang dirasakan Rumah Kenari saat bertemu dengan Devina dan Ronal. Kami merasakan semangat dan energi yang luar biasa dari dua pemuda bangsa ini.

Devina, alumnus Fakultas Pertanian UNILA ini memiliki kepedulian tinggi terhadap buku dan anak. Dengan KEBUKIT (Kelola Buku Kita), dia berusaha mempermudah akses buku bagi anak-anak di daerah jawa barat. Karena Devina tidak lagi tinggal di Bandung, dia berkeinginan pula membuat akses baca gratis di daerah Depok atau di daerah yang mudah dipantau. Devina berharap KEBUKIT dan Rumah Kenari bisa sama-sama menyediakan akses baca gratis kepada masyarakat luas.

Berangkat dengan keinginan memberi sesuatu manfaat untuk kampung halamannya di Payakumbuh, Rifky dan Ronal pun ingin membuat perpustakaan komunitas dan sanggar seni untuk anak-anak dan pemuda di Payakumbuh Sumatra Selatan. Sebagai perantau, para alumni Universitas Indonesia ini, ingin memberikan sumbangsih ke daerah asal mereka. Mereka ingin daerah asal
mereka maju dan sejahtera.
Pertemuan RK dan perwakilan dari mahasiswa Minang, Ronal, juga dilakukan dalam rangka penyerahan donasi buku untuk Perpustakaan Nagari yang akan segera diluncurkan di daerah Payakumbuh. Adapun buku yang berhasil RK kumpulkan adalah kurang lebih 75 buku. RK sangat mendukung Perpustakaan Nagari karena selain akan dibentuk rumah baca, rencananya juga akan dibentuk pusat kebudayaan Minang melalui pelatihan tari tradisional.
RK sangat berharap bahwa koordinasi Rumah Kenari dengan Kebukit dan Perpustakaan Nagari akan tetap terjalin dan tidak berhenti melakukan perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. Karena pemuda adalah motor penggerak perubahan. Oleh karena itu sekecil apa pun kontribusi yang dilakukan kita untuk lingkungan, jika dilakukan bersama-sama dan secara terus menerus pasti akan membawa dampak yang baik.
Yuk mulai sekarang, dari diri sendiri dulu ya teman-teman.. :) Sampai ketemu di kegiatan RK selanjutnya!

Tuesday, December 6, 2011

Silaturahmi 4 Desember bersama Rumah Baca Panter


Hi Sahabat Rumah Kenari! Kali ini kami berkunjung ke Rumah Baca di daerah Depok, Jawa Barat. Akhirnya, RK bertemu juga dengan kawan-kawan di Rumah Baca Panter (Paguyuban Terminal) di acara Silaturahmi 4 Desember. Kesan pertama saat sowan ke RB Panter adalah sederhana. Berlokasi di sebuah ruangan kecil yang panas di Ter
minal Depok, tidak membendung semangat para aktivisnya. Semangat mereka sangat terasa, bahkan hanya dalam obrolan-obrolan ringan. Mereka para pemuda, mereka pelaku perubahan.
Berangkat dari keprihatinan dengan kondisi anak-anak di sekitar Terminal Depok, Andi dan kawan-kawan memprakarsai berdirinya sebuah rumah baca gratis untuk para anak jalanan di sekitar terminal. Dengan bersenjata media sossial seperti Twitter, Andi dan kawan-kawan berhasil mencuri perhatian dari beberapa pihak untuk mendonasikan buku atau dana untuk operasional RB. Andi, koordinator RB, telah bertekat untuk mendedikasikan dirinya untuk menjadikan terminal tempat yang nyaman dan aman. Meski gelar sarjana teknik telah didapatkan, Andi bertekat untuk mengabdikan ilmu yang didapatkan untuk mengembangkan terminal pada umumnya dan RB Panter pada khususnya.
Tak hanya Andi, Denti mahasiswi tingkat akhir UNJ pun memancarkan semangat yang menggebu dalam mengembangkan RB Panter dan membantu mencerdaskan anak-anak di sekitar Terminal. Mereka sama-sama ingin membuat akses baca yang mudah dan murah, bahkan gratis, untuk warga yang kurang mampu di sekitar terminal Depok. Selain Denti dan Andi, masih ada sederet kesatria muda seperti Ali, Rahmat, dan lainnya yang siap mengabdikan dirinya untuk meningkatkan niat baca anak-anak di sekitar terminal Depok. Target kedepan bukan hanya anak-anak lagi, namun warga sekitar terminal pada umumnya.

Mereka tidak ingin menjadi generasi yang hanya berteori, namun generasi praktisi yang menyingsingkan lengan dan terjun secara langsung untuk memberi kontribusi secara langsung kepada masyarakat sekitar. Selain bertemu dengan penggiat RB Panter, kru RK bertemu dengan Pak Haji Agus a.k.a Abah, sosok pengayom masyarakat di sekitar terminal Depok. Selain mendirikan RB Panter, Abah--begitu beliau akrab disapa--juga merupakan salah satu pendiri Sekolah Gratis Yasadir Alam di terminal Depok.

Sekolah yang mulai banyak dapat perhatian dari pemerintah dan LSM ini pun menyediakan program dari SD hingga Kuliah.
RK merasa sangat terinspirasi dengan cita-cita RB Panter. RK Hanya bisa membantu dengan menyuplai buku anak-anak dan memberi sedikit donasi dana untuk pembangunan rak buku. Kami selalu berharap semoga RB Panter bisa berkembang pesat dan segera mencapai cita-cita mereka:)