Pada tanggal 11-12 Februari 2012, telah terselenggara kegiatan yang dinamakan Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) yang mengusung tema sumpah pemuda jilid 2.0. Acara yang dilangsungkan di Gedung Merdeka dan Gedung Indonesia Menggugat ini berhasil mengumpulkan 200 young changemakers dari seluruh Indonesia untuk membangun jaringan dan berkolaborasi dalam melakukan kegiatan mereka. Delegasi dari Rumah Kenari, Ayu berhasil mendapatkan kesempatan sebagai bagian dari changemakers yang diundang ke acara IYCS.
Acara ini diawali dengan olah raga pagi bersama Meneg BUMN, Bapak Dahlan Iskan. Selain melakukan senam pagi bersama, para peserta IYCS juga diberikan kesempatan untuk melangsungkan sesi Tanya jawab dengan Pak Dahlan Iskan mengenai gerakan pemuda dan berbagai unek-unek mengenai masa depan Indonesia. Kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan di Gedung Merdeka yang diawali dengan opening speech oleh ketua panitia, Goris Mustaqim dan keynote speech dari Muhamad Yunus (Peraih Nobel atas program Garmeen Bank) via video dan Anies Baswedan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel pertama dengan narasumber Tri Mumpuni (Dewan Pengarah IYCS, Pimpinan IBEKA), Sandiaga Uno (Dewan Pengarah IYCS, pendiri Indonesia Setara), dan Pahala Mansury (Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri). Dilanjutkan oleh diskusi panel kedua dengan pembicara Silverius Oscar Unggul (Dewan Pengarah IYCS, pendiri Telapak Foundation), Joko Wwidodo (Walikota Solo), dan Lendo Novo (Pendiri Sekolah Alam dan pencetus sekolah dasar islam terpadu).
Dari diskusi panel tersebut para peserta semakin diyakinkan bahwa pembaharu dan penggerak perubahan tidak sendiri dan jika para pemuda saling bersinergi dan berkolaborasi maka perubahan yang dihasilkan akan semakin signifikan. Seperti yang dikemukakan oleh Silverius “Onte” pencetus Telapak Foundation bahwasanya penggiat perubahan pada awalnya akan disangka gila karena idealisme yang terlalu ekstrim, tapi jika kita konsisten melakukan apa yang sudah menjadi prinsip kita maka sebutan “orang gila” itu akan berubah ke makna positif.
Hari kedua adalah hari pendeklarasian janji sumpah pemuda jilid 2.0 dan pemaparan 100 mimpi Indonesia. Di hari ini 14 orang penyaji dipiilih untuk mewakili 4 kategori yaitu gerakan kepemudaan, lingkungan, pendidikan dan anak, serta bahasa dan kebudayaan. Ke-14 penyaji sangat menggugah dengan semua pergerakan dan komunitas yang telah dibentuk di daerah mereka masing-masing. Ada yang mengajak suku anak dalam di Jambi berwirausaha, pelestari mainan tradisional Indonesia, aktivis lingkungan di Kalimantan, penggiat sukarelawan untuk bencana, sampai koperasi pinjaman untuk memberantas kemiskinan. Semua presentasi membuat merinding dan semakin meyakinkan peserta yang hadir termasuk Ayu bahwa sekecil apapun kontribusi kita terhadap perubahan akan berarti sangat besar jika perubahan yang kecil itu dilakukan oleh kita semua.
Banyak inspirasi yang bisa didapat di acara Indonesian Young Changemaker Summit ini, karena selain dapat membangun jaringan dengan sesama pemuda penggerak perubahan, peserta juga dapat berkolaborasi untuk saling bersinergi memperkuat kegiatan agar dampak perubahan ke arah lebih baik dapat lebih massif dan luas. Pemuda sebagai motor penggerak mesti berhenti mengeluhkan keadaan yang membuat putus asa, sudah saatnya kita bergerak bersama mengubah kegelapan menjadi cahaya. Mengutip kata Anies Baswedan “Stop cursing the darkness, light candles instead.” Let’s think big, start small, act now! Salam perubahan dari Rumah Kenari! :)
Semangat Rumah Kenari. I believe that Indonesia will have a better future :)
ReplyDelete